Menerobos angin, menyandung batu, lalu terjatuh
Seolah tak mengenal rasa lelah dan kesakitan
Aku menengadah kelangit, kembali berdiri, lalu kemudian berlari lagi
Seraya berlari, aku berharap bayanganku tertinggal dan kelelahan mengejar aku berlari
Aku tak ingin siapapun mendengar tangisan disela lariku
Yang kuinginkan hanyalah berlari
terus berlari, berlari, dan berlari
Aku tak punya tujuan
Namun aku juga tak ingin berhenti
Aku ingin terus berlalu
Berlari dan berpacu dengan dengan kecepatan dan waktu
Karena hanya dengan berlari, aku mampu membunuh waktuku, untuk sabar menunggumu.